Oleh: acmilone | Januari 9, 2011

Gaya Hidup Tak Sehat Tertanam di Usia 16 Tahun

Gaya hidup tak sehat bisa menimbulkan berbagai gangguan atau penyakit di dalam tubuh. Berdasarkan survei diketahui gaya hidup tak sehat ini mulai tertanam sejak usia 16 tahun.

Penelii mengklaim pola gaya hidup yang suka mengonsumsi makanan tak sehat, minum alkohol dan jarang berolahraga mulai mendarah daging ketika seseorang berusia 16 tahun.Temuan ini disampaikan oleh Marta Arrue dari University of the Basque Country di Spanyol.

“Perubahan gaya hidup ini akan diikuti dengan berbagai risiko yang akhirnya bisa menyebabkan kualitas atau jam tidur yang kurang,” ujar Arrue, seperti dikutip dari Telegraph, Sabtu (1/1/2011).

Arrue menuturkan perhatian khusus harus diberikan pada remaja 16 tahun, karena pada usia tersbeut merupakan titik balik dan juga penentuan kebiasaan apa yang akan dipilihnya, yaitu perilaku sehat atau perilaku yang berisiko.

Dalam penelitian ini diamati 2.018 orang muda di wilayah Basque, Spanyol yang diminta untuk mengisi kuesioner. Data kuesioner ini disusun dan dianalisa berdasarkan jenis kelamin dan juga usia. Diketahui bahwa kebiasaan hidup yang tidak sehat sudah mulai terdeteksi sejak masa remaja awal.

Perempuan menunjukkan perilaku risiko yang lebih besar dibanding laki-laki. titik kelemahan perempuan adalah pada pola gaya hidup modern, masalah tidur, risiko hamil dan juga infeksi penyakit menular seksual. Sedangkan titik lemah laki-laki adalah penggunaan alkohol, obat-obatan dan juga pola makan yang buruk. Kondisi ini dipengaruhi oleg berbagai faktor seperti kurangnya informasi dan juga lingkungan.

“Untuk itu perlu dipertimbangkan kampanye pencegahan yang diutamakan pada kelompok-kelompok berisiko dan bahkan pada remaja berusia kurang dari 13 tahun,” ujar Arrue.

Oleh: acmilone | Januari 9, 2011

Ingin Berhenti Merokok? Hindari Minum Kopi

Perokok banyak mengeluhkan betapa sulitnya berhenti mengepul. Godaan yang paling besar adalah tidak kuat menahan hasrat untuk merokok kembali. Saatnya untuk praktikkan cara melawan ketagihan rokok.

Ngopi sambil merokok memang kegiatan paling nikmat bagi beberapa orang. Tak heran, karena kopi dan rokok adalah pasangan yang cocok, seperti halnya oreo dan susu. Jadi jika ingin berhenti merokok hindari minum kopi.

Jika Anda sedang dalam program berhenti merokok tapi tidak berhasil juga, mungkin itu karena makanan yang Anda makan memicu perasaan ingin merokok lagi dan lagi.

Sebuah studi tahun 2007 yang dipimpin McClernon dari Duke University Medical Center in Nicotine & Tobacco Research menyebutkan bahwa makanan sangat mempengaruhi kebiasaan merokok

Beberapa makanan dapat meningkatkan keinginan merokok dan beberapa lainnya bisa menghentikan kebiasaan merokok. Daging merah, alkohol dan kopi akan meningkatkan rasa enak rokok sedangkan sayuran, buah, susu dan minuman non kafein seperti air dan jus akan membuat rasa rokok di mulut menjadi tidak enak.

“Hal ini menjelaskan mengapa orang yang suka minum kopi senang merokok karena kopi dan rokok memang kombinasi yang cocok, seperti oreo dan susu saja,” kata Joseph McClernon, PhD, profesor dari Department of Psychiatry and Behavioral Sciences at Duke University Medical Center seperti dilansir Health, Minggu (28/2/2010).

Selain faktor makanan, adalagi faktor yang menjelaskan kenapa ada orang yang merokok dan ada yang tidak, yaitu faktor lidah. Tidak semua orang bisa menerima rasa rokok di mulutnya.

Menurut hasil studi, ada beberapa orang yang terlahir untuk tidak suka rasa rokok. Orang yang sering merasakan rasa pahit atau yang masuk kategori ‘bitter taster’ lebih jarang merokok.

Peneliti National Institutes of Health membandingkan subjek partisipan yang punya kemampuan genetik merasakan pahit dengan partisipan yang tidak punya kemampuan tersebut.

Setelah melakukan analisis, ternyata partisipan yang punya kemampuan merasa pahit yang lebih sensitif (bitter taster) sangat jarang yang merokok dibanding partisipan dengan tingkat sensitivitas yang lebih rendah.

Meski pernah merokok, bitter taster lebih mudah berhenti merokok. Kebalikannya, mereka yang tingkat sensitivitas pahitnya rendah sangat mudah kecanduan nikotin. Hasil studi tahun 2001 ini dipublikasikan dalam Addictive Behaviors.

Jadi memang ada beberapa orang di dunia ini yang punya genetik tidak suka rasa rokok menempel di lidahnya. Sekalipun diciptakan rokok dengan rasa yang sangat enak, lidahnya mungkin akan menolak.

Beruntunglah orang-orang yang masuk kategori bitter taster tersebut karena mereka tak perlu susah susah mencari cara untuk berhenti merokok

Oleh: acmilone | Januari 9, 2011

Kenapa Tidak Boleh Minum Obat dengan Susu?

‘Jangan minum obat dengan susu’ kata-kata itu seringkali didengar atau diucapkan oleh masyarakat ketika ingin mengonsumsi obat oral. Kenapa susu tidak boleh dicampur dengan obat?

Obat atau antibiotik yang dikonsumsi secara oral bisa menjadi efektif bagi seseorang jika dikonsumsi dan diserap dengan baik oleh tubuh. Obat oral harus diserap dari saluran pencernaan hingga bisa masuk ke dalam aliran darah lalu dikirim ke daerah yang sakit atau mengalami infeksi untuk pengobatan.

Terdapat berbagai faktor yang mempengaruhi kemampuan tubuh untuk menyerap obat dengan baik, termasuk keasaman relatif di perut, ada atau tidaknya nutrisi lemak atau nutrisi lainnya, serta apakah ada unsur-unsur tertentu di dalam tubuh seperti kalsium.

Seperti dikutip dari Everydayhealth.com, Sabtu (1/1/2011) beberapa obat seperti keluarga antibiotik yang mengandung tetrasiklik akan bereaksi dengan susu. Kalsium yang terdapat dalam susu akan mengikat obat atau antibiotik sehingga mencegah penyerapan obat tersebut di dalam tubuh.

Selain itu ada obat yang baik dikonsumsi setelah makan ataupun sesudah makan, hal ini disebabkan makanan yang dikonsumsi tersebut bisa mempengaruhi penyerapan obat. Karenanya menjadi hal yang sangat penting untuk mengikuti petunjuk penggunaan yang tertera pada botol atau bungkus obat, serta masyarakat sebaiknya selalu menanyakan kriteria obat yang dikonsumsinya pada apoteker.

Lalu bagaimana dengan minuman lainnya seperti kopi, teh atau jus?

Minuman lainnya seperti kopi, teh atau jus umumnya mengandung berbagai senyawa seperti kafein yang kemungkinan bisa bereaksi dengan obat yang dikonsumsi sehingga mempengaruhi penyerapannya.

Untuk itu masyarakat selalu disarankan mengonsumsi obat dengan menggunakan air putih yang diketahui tidak memiliki kandungan apapun, sehingga tidak mempengaruhi penyerapan obat. Selain itu air putih bisa membantu melarutkan obat yang dikonsumsi di dalam lambung sehingga proses penyerapannya menjadi lebih baik dan lebih mudah.

Mengingat masa kecil adalah hal yang sulit karena kemampuan memori manusia yang terbatas. Tapi jika mengingat pengalaman belajar naik sepeda di masa kecil dipastikan tidak akan pernah lupa.

Kenapa kenangan belajar naik sepeda tidak bisa dilupakan?

Ternyata dari hasil penelitian yang dilakukan ilmuwan dari University of Aberdeen, Rotterdam, London, Turin dan New York didapatkan orang tidak akan lupa terhadap kenangan yang berupa gerakan. Hal ini berbeda jika harus mengingat tentang nama kawan, nama guru.

Studi yang diterbitkan oleh Nature Neuroscience berhasil mengidentifikasi sel saraf kunci di otak yang mengontrol pembentukan kenangan untuk keterampilan motorik, salah satunya adalah keterampilan mengendarai sepeda.

Ketika seseorang pertama kali belajar naik sepeda, maka orang tersebut akan mempelajari keterampilan motorik yang dikoordinasikan dengan bagian otak cerebellum (otak kecil). Otak kecil adalah salah satu bagian otak yang diperlukan untuk mempelajari gerakan terkoordinasi.

Ilmuwan berusaha memahami hubungan antara sel-sel saraf di otak yang terlibat dalam proses pembelajaran keterampilan motorik. Ternyata ditemukan satu tipe sel saraf yang disebut dengan molecular layer interneuron, sel ini mengendalikan sinyal-sinyal yang keluar dari sel otak kecil.

“Kami menemukan bahwa sel tersebut akan mengubah struktur sinyal yang dikeluarkan oleh otak kecil ke dalam kode tertentu yang terukir sebagai memori keterampilan motorik yang baru dipelajari dan disimpan di otak,” ujar Dr Peer Wulff, pemimpin studi dari Aberdeen, seperti dikutip dari Physorg,com, Rabu (27/10/2010).

Karena itulah orang akan mudah mengingat pengalaman belajar naik sepeda karena ini berhubungan dengan keterampilan motorik yang lebih awet disimpan otak.

Ketika ada orang tenggelam atau mengalami henti jantung tiba-tiba di tempat umum, Anda sebaiknya mampu memberikan bantuan pertama untuk menyelamatkan nyawanya, yaitu dengan napas bantuan dan kompresi dada. Bagaimana cara tepat untuk memberikan bantuan napas buatan dan kompresi dada?

“Napas buatan dan kompresi dada adalah hal yang utama dilakukan untuk menyelamatkan nyawa orang yang mengalami henti jantung,” jelas dr Agung Bintharto, Sp.An, spesialis anestesi FKUI/RSCM dalam acara Seminar 4th Emergency Fair and Festival 2010 di Auditorium FKUI, Jakarta, Sabtu (30/10/2010).

Pemberian napas buatan dan kompresi dada merupakan langkah-langkah utama melakukan Bantuan Hidup Dasar (BHD).

Bantuan Hidup Dasar adalah suatu usaha menjaga potensi jalan napas dan memberikan bantuan napas serta sikulasi darah, tanpa menggunakan alat bantu selain alat proteksi diri. BHD adalah dasar dari usaha untuk menyelamatkan nyawa bila terjadi henti jantung.

“59 sampai 65 persen kasus henti jantung dapat diselamatkan bila mendapatkan pertolongan BHD dengan cepat dan tepat,” ungkap dr Agung.

Siapa yang memerlukan BHD?
Orang yang mengalami henti jantung, dengan ciri:

  1. Tidak sadar
  2. Napas berhenti atau tidak normal
  3. Tidak ada respons

Belum ada tanda kematian pasti, seperti:

  1. Kaku mayat
  2. Lebam mayat
  3. Pembusukan

Langkah-langkah BHD adalah sebagai berikut:

  1. Memastikan keamanan lingkungan tempat dilakukan BHD
  2. Memeriksa kesadaran
  3. Membuka jalan napas dengan mendongakkan kepala dan dagu
  4. Menilai pernapasan dengan memastikan korban bernapas normal atau tidak
  5. Panggil bantuan atau telepon ambulans
  6. Resusitasi Jantung Paru (RJP) dengan kompresi dada dan napas buatan

Cara tepat memberikan napas buatan

  1. Pencet hidung korban
  2. Penolong tarik napas normal
  3. Bibir penolong menutupi mulut korban dengan erat
  4. Tiupkan udara napas sampai dada korban bergerak terangkat
  5. 1 tiupan = 1 detik
  6. Biarkan dada korban mengempis spontan
  7. Ulangi langkah di atas bila korban belum menunjukkan respons apapun


Cara tepat melakukan kompresi dada

  1. Letakkan pangkal telapak tangan di pertengahan dada
  2. Letakkan tangan yang lain di atas punggung tangan yang satunya
  3. Kompresi atau tekan dada dengan laju kompresi minimal 100 kali per menit, kedalaman 5 cm dan kompresi konstan diselingi relaksasi.
  4. Jika mungkin, bergantian kompresi setiap 2 menit.

Ada sebagian orang sukarela mendonorkan organ atau jaringan tubuhnya kepada orang lain setelah meninggal. Hal ini tentunya sangat membahagiakan bagi orang yang sudah lama menunggu ‘hadiah’ dari orang yang sudah meninggal. Organ dan jaringan apa saja yang bisa didonorkan setelah orang meninggal?

Pencocokan jaringan moderen, teknik pembedahan, serta obat anti penolakan telah memungkinkan mukjizat terjadi dalam bentuk transplantasi (cangkok) organ dan jaringan.

Ada banyak orang yang menunggu organ orang lain untuk membantunya bertahan hidup atau meningkatkan kualitas hidup. Tetapi jumlah orang yang membutuhkan cangkok organ bahkan jauh lebih banyak ketimbang orang yang mau dengan sukarela menyumbangkan organ tubuhnya setelah meninggal.

Menurut Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan AS, dari satu tubuh manusia dapat menyediakan 50 kesempatan untuk proses cangkok.

Dilansir About.com, Jumat (29/10/2010) berikut organ dan jaringan manusia yang bisa didonorkan setelah meninggal:

Organ

  1. Mata
  2. Ginjal
  3. Paru-paru
  4. Jantung
  5. Hati
  6. Pankreas

Jaringan

  1. Tulang
  2. Katup jantung
  3. Kulit

Organ yang dapat membantu memperpanjang hidup adalah jantung atau hati. Cangkok jantung dan hati dapat membantu orang lain yang mengalami gagal jantung atau hati bertahan hidup lebih lama.

Sedangkan mata, ginjal dan kulit dapat meningkatkan kualitas hidup orang lain. Donor mata dapat memberikan orang buta kesempatan untuk dapat melihat kembali. Donor kulit membantu pasien luka bakar parah dan ginjal membantu orang yang mengalami gagal ginjal agar tidak bergantung dengan dialisis (cuci darah).

Menyumbangkan organ tubuh untuk orang lain memang tindakan yang sangat mulia. Tapi sayangnya tidak semua orang setuju dengan tindakan tersebut, terutama keluarga.

Keputusan untuk menjadi donor organ adalah sebuah keputusan yang membutuhkan keberanian. Apalagi masalah norma, etika dan budaya masih sangat kental seperti di Indonesia.

Jika Anda berniat mendonorkan organ tubuh setelah meninggal dunia atau masih hidup, pastikan hal itu didukung sepenuhnya oleh keluarga. Meskipun sudah membuat surat penyataaan mendonor tapi jika tidak disetujui keluarga, dokter tidak akan bisa mengambil organ Anda

Oleh: acmilone | Januari 9, 2011

Praktikkan Cara Berhenti Merokok!

Ketika dorongan untuk merokok muncul, seseorang akan melakukan segala cara agar tidak kembali merokok. Setiap kali seseorang berhasil menolak satu keinginan, maka ia sudah selangkah lebih dekat untuk berhenti merokok.

Dikutip dari Mayo Clinic, Kamis (2/12/2010) ada 10 cara yang bisa dipraktikkan untuk melawan dorongan merokok, yaitu:

1. Cobalah untuk memperlambat atau menunda
Jika muncul keinginan untuk merokok, cobalah mengatakan pada diri sendiri untuk menundanya 10 menit lagi. Kemudian melakukan sesuatu untuk mengalihkan perhatian. Trik sederhana ini cukup ampuh untuk menghindarkan diri dari rokok. Ulangi sesering mungkin dengan pertambahan waktu.

2. Jangan memperbolehkan diri merokok satu batang
Seseorang mungkin tergoda untuk merokok satu batang untuk menghentikan keinginan yang muncul. Tapi jangan membodohi diri sendiri, karena kebanyakan orang tidak berhasil berhenti di satu batang rokok sehingga gagal untuk menghentikan kebiasaannya ini.

3. Menghindari pemicunya
Ketahui kondisi atau situasi seperti apa yang membuat dorongan untuk merokok muncul, sehingga lebih mudah baginya untuk menghindari kondisi tersebut. Jika kebiasaan merokok muncul saat berbicara di telepon, maka peganglah pena dan kertas untuk mencoret-coret sebagai pengganti rokok.

4. Lakukan beberapa aktivitas fisik
Aktivitas fisik bisa membantu mengalihkan perhatian dan mengurangi intensitas dorongan yang muncul. Dengan melakukan aktivitas fisik selama 30 menit bisa sangat membantu. Cobalaqh keluar rumah untuk berjalan-jalan, jogging, membersihkan rumah atau menggunakan tangga saat di kantor.

5. Melakukan teknik relaksasi
Mengatasi keinginan untuk berhenti merokok bisa membuat seseorang sangat stres, karena biasanya rokok dianggap obat stres yang baik. Karena itu cobalah melakukan teknik relaksasi, seperti teknik pernapasan, relaksasi otot, yoga, hipnosis atau pemijatan untuk mengatasi stres yang muncul.

6. Mintalah bantuan orang-orang terdekat
Mintalah dukungan dari orang-orang di sekitar seperti keluarga, teman atau bergabung dengan support group, misalnya dengan berjalan-jalan bersama, berbagi tawa atau mendengarkan pengalaman orang yang telah berhasil berhenti merokok.

7. Ingatlah manfaat yang didapat jika berhenti merokok
Tuliskan atau ucapkan dengan suara keras alasan dan manfaat yang didapatkan jika berhenti merokok. Hal ini akan membuat seseorang merasa lebih baik, semakin sehat, mencintai diri sendiri dan juga menambah uang tabungan.

8. Bergabunglah dengan kelompok berhenti merokok online
Bergabunglah dengan program atau kelompok berhenti merokok secara online, atau membaca blog yang memposting cara melawan keinginan untuk merokok kembali. Belajar dari orang lain yang memiliki permasalah sama akan lebh mudah dimengerti.

9. Cobalah terapi pengganti rokok
Cobalah mencari dan menggunakan terapi pengganti rokok seperti plester atau alat lainnya untuk mengatasi dorongan berhenti merokok. Jika kadar kecanduannya sudah semakin tinggi, maka terkadang dibutuhkan bantuan obat-obatan.

10. Mengunyah sesuatu
Berikan sesuatu yang bisa dikunyah oleh mulut, misalnya mengunyah permen karet, permen mint atau mencari cemilan sehat lainnya yang bisa memuaskan mulut untuk mengunyah atau menghisap.

Tidak bisa dipungkiri bahwa telepon seluler (ponsel) telah banyak menghadirkan berbagai kemudahan dalam hidup manusia. Meski banyak diperdebatkan, banyak kalangan khawatir akan dampak negatif dari radiasi yang ditimbulkan.

Penelitian terbesar yang pernah dilakukan tentang bahaya ponsel telah membantah adanya risiko kanker otak pada penggguna ponsel. Penelitian yang dilakukan sendiri oleh organisasi kesehatan dunia (WHO) tersebut menunjukkan risikonya tidak terlalu besar untuk dikhawatirkan.

Namun penelitian terbaru di India kembali menegaskan adanya ancaman kanker terutama pada anak dan remaja. Sang peneliti, Prof Girish Kumar bahkan mengatakan bahaya radiasi juga terdapat di sekitar menara Base Transceiver Station (BTS).

“Satu BTS bisa memancarkan daya 50-100W. Negara yang punya banyak operator seluler seperti India bisa terpapar daya hingga 200-400W. Radiasinya tak bisa dianggap remeh, bisa sangat mematikan,” ungkap Prof Kumar.

Dikutip dari DNAindia, Selasa (4/1/2010), berikut ini sejumlah dampak negatif yang bisa ditimbulkan akibat radiasi yang berlebihan dari ponsel dan menara BTS:

  1. Risiko kanker otak pada anak-anak dan remaja meningkat 400 persen akibat penggunaan ponsel. Makin muda usia pengguna, makin besar dampak yang ditimbulkan oleh radiasi ponsel.
  2. Bukan hanya pada anak dan remaja, pada orang dewasa radiasi ponsel juga berbahaya. Penggunaan ponsel 30 menit/hari selama 10 tahun dapat meningkatkan risiko kanker otak dan acoustic neuroma (sejenis tumor otak yang bisa menyebabkan tuli).
  3. Radiasi ponsel juga berbahaya bagi kesuburan pria. Menurut penelitian, penggunaan ponsel yang berlebihan bisa menurunkan jumlah sperma hingga 30 persen.
  4. Frekuensi radio pada ponsel bisa menyebabkan perubahan pada DNA manusia dan membentuk radikal bebas di dalam tubuh. Radikal bebas merupakan karsinogen atau senyawa yang dapat memicu kanker.
  5. Frekuensi radio pada ponsel juga mempengaruhi kinerja alat-alat penunjang kehidupan (live saving gadget) seperti alat pacu jantung. Akibatnya bisa meningkatkan risiko kematian mendadak.
  6. Sebuah penelitian membuktikan produksi homon stres kortisol meningkat pada penggunaan ponsel dalam durasi yang panjang. Peningkatan kadar stres merupakan salah satu bentuk respons penolakan tubuh terhadap hal-hal yang membahayakan kesehatan.
  7. Medan elektromagnet di sekitar menara BTS dapat menurunkan sistem kekebalan tubuh. Akibatnya tubuh lebih sering mengalami reaksi alergi seperti ruam dan gatal-gatal.
  8. Penggunaan ponsel lebih dari 30 menit/hari selama 4 tahun bisa memicu hilang pendengaran (tuli). Radiasi ponsel yang terus menerus bisa memicu tinnitus (telinga berdenging) dan kerusakan sel rambut yang merupakan sensor audio pada organ pendengaran.
  9. Akibat pemakaian ponsel yang berlebihan, frekuensi radio yang digunakan (900 MHz, 1800 MHz and 2450 MHz) dapat meningkatkan temperatur di lapisan mata sehingga memicu kerusakan kornea.
  10. Emisi dan radiasi ponsel bisa menurunkan kekebalan tubuh karena mengurangi produksi melatonin. Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat mempengaruhi kesehatan tulang dan persendian serta memicu rematik.
  11. Risiko kanker di kelenjar air ludah meningkat akibat penggunaan ponsel secara berlebihan.
  12. Medan magnetik di sekitar ponsel yang menyala bisa memicu kerusakan sistem syaraf yang berdampak pada gangguan tidur. Dalam jangka panjang kerusakan itu dapat mempercepat kepikunan.
  13. Medan elektromagnetik di sekitar BTS juga berdampak pada lingkungan hidup. Burung dan lebah menjadi sering mengalami disorientasi atau kehilangan arah sehingga mudah stres karena tidak bisa menemukan arah pulang menuju ke sarang.

Gelang Power Balance begitu dipuja punya manfaat kesehatan yang hebat. Tapi setelah penemuan ilmuwan Inggris dan penelitian oleh lembaga konsumen di Australia, puji-pujian berubah jadi makian yang mengecewakan.

Gelang Power Balance sedang menjadi tren di kalangan anak muda karena dipakai banyak selebritas. Mulai dari atlet hingga peragawati tertangkap kamera sering memakai gelang hologram Power Balance, yang diklaim oleh pembuatnya dapat mendongkrak stamina. Sebut saja pesebakbola David Beckham, pembalap Formula-1 Ruben Barrichello, aktor Robert de Niro dan model tunangan Pangeran William, Kate Middleton.

Apa yang jadi ‘jualan’ Power Balance hingga berani mengklaim gelangnya bermanfaat bagi kesehatan?

Dilansir powerbalance.com, Selasa (4/1/2011), perusahaan mengklaim bahwa gelang Power Balance yang terbuat dari silikon ini didasarkan dengan mengoptimalkan aliran energi alami tubuh. Hologram pada Power Balance adalah yang menjadi rahasianya.

Power Balance mengklaim bahwa hologram tersebut dirancang khusus untuk beresonansi dan merespons energi alami tubuh. Alasannya, karena hologram yang mengandung medan magnet 20 Hz pada gelang Power Balance dapat meredakan stres juga meningkatkan kinerja atletik tubuh.

Selain itu, Power Balance diklaim dapat meningkatkan kesehatan dan pikiran secara keseluruhan dengan meningkatkan sirkulasi darah, meningkatkan keseimbangan, toleransi stres, mengurangi peradangan, meningkatkan fleksibilitas, meningkatkan energi, mengembalikan keseimbangan, kekuatan dan meningkatkan kualitas tidur.

Tapi Greg Whyte, seorang sport scientist dari Liverpool John Moores University mengatakan bahwa aktivitas fisik dengan sendirinya akan meningkatkan penyerapan oksigen sehingga stamina meningkat. Kalaupun gelang berbahan silikon tersebut bisa lebih mendongkrak stamina, hal itu hanyalah efek plasebo.

Dan manfaat kesehatan yang diklaim oleh Power Balance akhirnya dinyatakan palsu oleh Badan Pengawas Konsumen Australia (ACCC).

Australian Competition and Consumer Commission (ACCC) telah memerintahkan Power Balance Australia untuk menarik seluruh gelang yang sudah terjual di konsumen karena telah disesatkan manfaatnya.

Oleh: acmilone | Januari 9, 2011

Alkohol Tiga Kali Lebih Bahaya dari Heroin

Minuman alkohol memang diketahui berdampak buruk dan berbahaya bagi tubuh. Tapi sebuah penelitian mengungkapkan bahwa alkohol tiga kali lebih berbahaya dibandingkan dengan heroin.

Penelitian ini dilakukan oleh Profesor David Nutt, seorang mantan kepala penasehat obat Inggris dan rekannya. Ia memberikan peringkat terhadap 20 jenis obat dengan melakukan 16 pengukuran.

Masing-masing obat dilihat bahaya dan kerugiannya termasuk kerusakan mental dan fisik, kecanduan, kejahatan, biaya ekonomi serta dampaknya bagi si pengguna dan juga masyarakat luas.

Hasil penilaian ini menyimpulkan bahwa heroin dan methylamphetamine adalah obat yang paling berbahaya bagi individu, tetapi alkohol, heroin dan kokain adalah obat yang paling merugikan untuk orang lain. Namun ketika nilai untuk kedua jenis bahaya tersebut ditambahkan, maka alkohol muncul sebagai obat yang paling berbahaya dan diikuti oleh heroin.

Berdasarkan sistem baru yang lebih kompleks didapatkan alkohol memiliki peringkat 3 kali lebih berbahaya dibandingkan dengan kokain atau tembakau, sementara ekstasi menyebabkan seperdelapan bahaya dari alkohol.

“Hasil ini sesuai dengan kesimpulan laporan ahli sebelumnya bahwa alkohol adalah target merugikan yang agresif sehingga diperlukan strategi kesehatan yang valid bagi publik,” ujar Prof Nutt, seperti dikutip dari BBCNews, Senin (1/11/2010).

Prof Nutt menuturkan jika dilihat dari risiko bahaya secara keseluruhan, maka alkohol dan heroin jelas lebih berbahaya dibandingkan dengan jenis obat-obatan lainnya. Tapi faktor kuantitas atau jumlah dari obat tersebut yang dikonsumsi juga berpengaruh.

Namun hasil penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal medis Lancet ini tidak memeriksa kerugian yang diterima jika si pengguna menggunakan lebih dari satu obat pada suatu waktu.

Older Posts »

Kategori